Kembali Pada Pola Makan Alami Dengan Susu Kambing Etawa

Pada pengobatan kini cenderung kembali pada pola makan yang alami (natural food), baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Demikian halnya, penggunaan susu kambing sebagai pengobatan penyakit, bahkan pola ini sudah digunakan orang sejak ribuan tahun lalu. Menggunakan susu kambing sebagai upaya untuk mempercantik wajah dengan cara mengkonsumsinya serta digunakan untuk mandi susu untuk menjaga kehalusan kulit dan keindahan tubuhnya. Dari hasil penelitian para ahli dan bukti sejarah telah banyak membuktikan bahwa ternyata susu kambing mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan susu hewan pemamah biak yang lain, seperti sapi, lembu, kerbau, kuda, onta, domba dan lain-lain.

Kembali Pada Pola Makan Alami Dengan Susu Kambing Etawa

Penelitian medis telah mengungkapkan bahwa susu kambing mempunyai lebih banyak manfaat bagi kesehatan dibandingkan susu sapi, dua sifat yang dimiliki susu kambing adalah:

  • Membantu mencegah anemia/ kekurangan zat besi.
  • Membantu mencegah penghilangan mineral pada tulang atau pelunakan tulang (deminoralisasi) osteoporosis.

Menurut peneliti pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan serta tumbuh kembang bayi dan balita serta orang tua dan proses timbul dan sembuhnya penyakit, telah membuktikan bahwa susu sapi adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia. Di dalam kandungan susu formula sapi untuk bayi dan anak-anak ditemukan bakteri enterosakazaki, yang menyebabkan bayi diare dan muntah-muntah. Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi pada sebagaian anak-anak adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek, alergi dan tuberkolosis, meskipun pada umumnya para dokter atau ahli gizi berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makan berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit.

Dilaporkan bahwa sekitar 40% pasien yang alergi terhada protein susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing. Pasien tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap lactoglubolin yang terkandung pada susu sapi. Diduga protein susu (lactoglubolin) yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian alergi protein susu sapi. Susu kedelai sering pula digunakan sebagai salah satu alternatif pengganti susu pada bayi yang alergi terhadap susu sapi, walaupun demikian, masih terdapat sekitar 20-50% dari bayi yang diteliti memperlihatkan gejala tidak toleran terhadap susu kedelai, oleh sebab itu susu kambing bubuk lebih direkomendasikan untuk bayi dan balita anda.

Ukuran butiran lemak susu kambing lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi/susu lainnya. Dari hasil penelitian sekelompok anak yang diberi susu kambing memiliki bobot badan, mineralisasi kerangka, kepadatan ulang, vitamin A, plasma darah, kalsium,liamin, riboflayin, nlacin, dan konsentrasi hemoglobinnya serta kekerasan dan bobot pukulan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi. Disamping itu susu kambing juga kaya kandungan mineral, kalsium, pottasium, magnesium, fosfor, klorin dan mangan.

Kandungan flourine dan protein tinggi pada susu kambing, membuat susu ini banyak diminati keluarga Indonesia. Selama ini masyarakat Indonesia belum familiar dengan susu kambing. Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing pun biasanya dikonsumsi sekadarnya saja, atau lebih karena susu ini mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Susu kambing rata-rata banyak dikonsumsi di Timur Tengah sejak 7000 SM. Padahal, susu kambing memiliki protein terbaik setelah telur dan hampir setara dengan ASI.

Demikianlah penjelasan seputar susu kambing, semoga bermanfaat. Terimakasih

MARI BERMITRA SEBAGAI DISTRIBUTOR & AGEN SUSU KAMBING ETAWA SACHET 250g DENGAN IJIN EDAR BPOM & HALAL MUI HUBUNGI TELP/SMS/WA 087836666947 IBU.SEPTI WULANDARI S.KOM