Tag Archives: manfaat susu kambing etawa bubuk

harga susu kambing etawa

Tetaplah sehat dengan susu kambing etawa SUPERE

PENTING menyongsong Th. Baru dengan resolusi pola hidup supaya tetaplah sehat dengan susu kambing etawa SUPERE selama 2017.

harga susu kambing etawaSatu diantara yang dapat Anda kerjakan sudah pasti diet sehat.

Pilih makanan yang pas untuk jadikan menu harian yaitu satu diantara kunci hidup sehat.

Tersebut 5 superfood yang bikin Anda sehat serta kurangi stres selama 2017 :

Makanan ungu Cobalah kembang kol ungu, beras hitam, asparagus ungun, ubi jalar ungu sebagai menu diet. Warna ungu adalah sinyal kepadatan nutrisi makanan serta kaya anti-oksidan. Adaptogen Ginseng yaitu satu diantara tanaman yang di kenal sebagai adaptogen, dimana di kenal bisa menolong nengatasi stres.

Pakar gizi, Shona Wilkinson, menyampaikan, adaptogen dapat menyesuaikan sesuai sama manfaat atau apa yang diperlukan badan. ” Mereka umumnya mempunyai afinitas spesial untuk adrenal serta kelenjar endokrin. Karenanya, bisa memberi dampak positif pada keseimbangan hormon serta manfaat badan dibawah desakan, ” katanya. Biji semangka Umumnya saat Anda makan semangka bakal melepeh bijinya. Namun, ngemil biji semangka saat ini jadi trend baru. Sesudah tumbuh serta dikupas, biji semangka bisa dipanggang untuk memberi rasa yang lezat serta bergizi. Biji semangka dikemas dengan protein, vitamin B, amagnesium serta amonounsaturated, dan lemak tidak jemu ganda. Taburkan biji semangka ke semangkuk salad untuk makanan ringan sehat Anda.

Minuman probiotik Probiotik yaitu bakteri hidup yang bermanfaat serta kerap diketemukan pada susu kambing etawa supere. Namun, minuman probiotik saat ini lebih popular untuk melindungi kesehatan pencernaan. Daging kambing Sekarang ini, kambing diternakkan untuk digunakan susunya. Namun, nyatanya daging kambing dapat juga lebih sehat di banding type daging yang lain. ” Daging kambing rendah lemak, tinggi protein serta zat besi dibanding daging sapi, babi atau domba, ” kata pakar gizi, Lily Soutter

Proses Lengkap Cara Pengolahan Susu Kambing Menjadi Bubuk

Pengendalian Mutu Selama Proses

Proses Lengkap Cara Pengolahan Susu Kambing Menjadi Bubuk

Mutu adalah gabungan sifat-sifat khas yang dapat membedakan masing-masing satuan dari suatu bahan atau barang dan mempunyai pengaruh yang nyata di dalam menentukan derajat penerimaan konsumen atau pembeli terhadap bahan atau barang tersebut. Arti mutu dari sudut pandang perusahaan untuk ISO 9000 adalah cocok dengan maksudnya, sesuai dengan persyaratan, artinya produk didesain dan dibuat untuk melaksanakan tugas dengan baik. Pengendalian mutu merupakan aktivitas untuk menjaga dan mengarahkan mutu produk agar memenuhi spesifikasi sebagaimana telah direncanakan. Ini mutlak dilaksanakan untuk mempertahankan kualitas dari kontinuitas spesifikasi produk yang telah ditetapkan.

Kegiatan pengendalian mutu selama proses dilakukan pada peralatan proses dan bahan selama proses atau produk setengah jadi. Sebelum alat-alat digunakan, dilakukan pengujian Swab Test yang dilakukan dengan mengusapkan kapas steril yang telah dibasahi pada suatu alat. Selain peralatan pengendali mutu selama proses dilakukan pengendalian mutu dengan cara mengkondisikan ruangan dengan suhu rendah yaitu sekitar 4oC. Selain itu, pengambilan sampel produk setengah jadi dilakukan setelah susu hasil evaporasi dimasukkan ke dalam tangki penampungan yang kemudian dipasteurisasi dan didinginkan. Dilakukan pengujian meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan rasa), uji total solid (untuk mengetahui total zat pada susu kental, yaitu harus mencapai 40-50%), uji kadar lemak (kadar lemak yang baik pada susu kental 7.5-8%), serta uji mikrobiologi (untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi selama proses).

Proses Pengolahan Susu Bubuk

Proses pengolahan susu bubuk meliputi beberapa tahapan. Proses tersebut secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Wet Process (Proses Basah), Dry Process (Proses kering) dan Blending (Pencampuran)

  1. Wet Process (Proses Basah). Proses basah adalah proses yang menggunakan bahan-bahan yang masih berupa liquid atau cairan. Proses basah melalui beberapa tahap:I. Penerimaan Susu Segar
    Penyediaan susu segar sebagai bahan dasar diambil dari Koperasi Unit Desa (KUD) yang sudah bekerjasama dengan perusaahaan susu tersebut. Proses penerimaan susu segar dari peternak adalah sebagai berikut : mula-mula petemak mengumpulkan susu segar dalam milk can ke pengumpul. Dari pengumpul susu segar ini diangkut oleh truk pengangkut susu segar menuju ke KUD. Biasanya pabrik susu menerima susu segar mulai pukul 06.00 sampai 14.00. setelah jam tersebut, setoran susu segar ditolak karena dikhawatirkan sudah rusak akibat pertumbuhan mikrobia, mengingat kemungkinan penyimpanan susu segar di KUD yang terlalu lama. Sebelum susu segar tersebut diterima oleh Pabrik Susu, terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kualitas yang meliputi: uji bakteriologis, uji fisis dan uji organoleptis yang dilakukan oleh bagian Quality Assurance (QA). Susu segar yang telah dinyatakan release oleh QA segera dipompa dari mobil tangki ke balance tank untuk menyeimbangkan aliran dan mengukur volumenya. Susu yang masuk melalui pipa pemasukan akan mengangkat pelampung yang ada di dalam balance tank. Pelampung tersebut berfungsi untuk menjaga permukaan air susu dalam tangki tetap konstan. Setelah penuh, katup secara otomatis akan menutup pipa pemasukan dan proses pengisian berhenti.

    II. Pendinginan
    Susu yang telah disaring masuk plate cooler berupa Plate Heat Exchanger (PHE) pada suhu maksimal 14 oC untuk didinginkan hingga mencapai suhu 4 oC menggunakan media chilled water bersuhu 2 oC. Susu dialirkan ke plate-plate dengan arah yang berlawanan dengan media pendingin. Dalam suhu rendah mikroba akan menjadi nonaktif, reaksi enzimatis terhambat serta reaksi kimia yang menyebabkan kerusakan dapat dicegah. Susu kemudian dialirkan ke dalam Fresh Milk Tank(FMT). Tangki ini dilengkapi pengaduk untuk menjaga susu tetap homogen, mencegah terbentuknya krim dan dilapisi dengan whole glass untuk menjaga suhu susu tetap 4oC. Fresh Milk Tank. Fungsi untuk menyimpan susu segar yang sudah didinginkan.

    III. Proses Pasteurisasi
    Pasteurisasi bertujuan untuk membunuh semua mikroba pathogen yang dapat merusak susu serta menyebabkan penyakit pada bayi. Mikroba pathogenyang banyak terdapat pada susu antara lain Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis, Coxiella burnetti, penyebab penyakit Q fever, Salmonella, Shigella sp, penyebab penyakit enterik seperti thypoid dan parathypoid, serta Enterobacter sakazakii penyebab penyakit radang otak pada bayi. Pasteurisasi juga dimaksudkan untuk memperpanjang daya simpan produk dengan cara menginaktivasi enzim yang terdapat dalam susu seperti lipase, fosfatase, peroksidase dan katalase. Pasteurisasi dilakukan secara kontinyu menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat, atau disebut sistem HTST (High Temperature Short Time). Suhu yang digunakan adalah 83 oC dengan penahanan dalam holding tube selama 15 detik. Waktu yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nutrisi terutama protein yang mudah mengalami denaturasi. PHE untuk pasteurisasi tersiri dari tiga bagian, yaitu bagian regenerasi, pasteurisasi dan pendinginan.

    IV. Compounding (Pencampuran Basah)
    Compounding merupakan proses pencampuran, pendispersian, dan pelarutan komponen padat (bubuk), susu segar yang telah dipasteurisasi, dan minyak nabati yang telah diformulasi untuk memperoleh campuran yang homogen sebelum dilakukan proses pengeringan. Komponen bubuk yang ditambahkan berupa susu bubuk, skim, gula, whey, pemberi aroma, emusifier/stabilizer yaitu lechitin, vitamin dan mineral. Sedangkan minyak nabati yang diformulasi telah mengalami proses oil blending sebelum menuju unitcompounding.

    Proses Lengkap Cara Pengolahan Susu Kambing Menjadi BubukV. Proses Sterilisasi
    Tujuan utama dari proses sterilisasi adalah menurunkan jumlah total sel mikroba dan spora agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa pendinginan. Sterilisasi dilakukan menggunakan sistem Ultra High Temperature (UHT) dengan cara menyemprotkan atau menginjeksikan steam (Direct Steam Injection/ DSI ) ke dalam campuran susu yang bergerak dalam suatu tabung sterilisasi. Proses DSI terdiri dari dua tahap, yaitu DSI I, susu dipanaskan pada suhu 85 oC selama 4 detik, kemudian dilanjutkan dengan DSI II susu dipanaskan pada suhu 120 oC selama 1 detik. Sterilisasi dilakukan dengan dua tahap untuk mencegah denaturasi dan menghindari terjadinya browning. Sterilizer. Cara ini berfungsi menaikkan suhu campuran dari 60 oC menjadi 120 oC dengan menggunakan uap panas secara langsung.

    VI. Homogenisasi
    Homogenasi adalah suatu perlakuan untuk menyeragamkan ukuran globula lemak yang semula bervariasi dari 4-8 mikron menjadi 2 mikron. Tujuannya untuk menghindari pemecahan lemak dan terbentuknya lapisan krim (creaming) bila susu didiamkan. Homogenisasi tidak hanya dapat menghambat creamingmelalui pemecahan globula lemak melainkan juga melalui pencegahan pembentukan flokula oleh aglutinasi. Homogenizer. Alat in berfungsi : memecah dan menyeragamkan globula lemak hingga berukuran ± 2 mikron. Two Stage Homogenizer dengan tekanan pada tahap pertama 200 bar dan pada tahap kedua 80 bar. Prinsip kerja homogenizer adalah dengan mengalirkan susu melalui celah yang sempit dengan kecepatan tinggi dan tekanan yang besar sehingga terjadi tumbukan antara globula lemak dengan katup penghalang dalam homogenizer yang menyebabkan globula-globula lemak pecah. Tenaga hidrodinamik dari pemotongan, kavitasi dan turbulensi yang terjadi dalam katup homogenisasi diduga sebagai penyebab terjadinya pemecahan globula lemak. Proses homogenisasi dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama digunakan tekanan 200 bar dan pada tahap kedua digunakan tekanan 80 bar. Tahap kedua dimaksudkan untuk memecah globula lemak yang belum pecah pada tahap pertama serta untuk mencegah penggabungan kembali globula lemak hasil pemecahan pada tahap pertama.

    VII. Penyimpanan susu di MST
    Pengendalian : suhu pemanasan minimal 15 oC
    Waktu penyimpanan maksimal 26 jam
    Susu kemudian ditampung di Mixed Storage Tank (MST). Tangki ini dilengkapi dengan mantel berisi air dingin untuk menjaga kestabilan suhu campuran serta dilengkapi pengaduk berkecepatan 400 rpm untuk menghomogenkan campuran selama dalam penyimpanan. Mixed Storage Tank (MST) berjumlah 4 buah, masing-masing memiliki kapasitas 10.000 liter.

  2. Dry Process (Proses Kering). Proses kering yaitu proses untuk menghasilkan susu dalam bentuk bubuk kering. Adapun tahapan prosesnya meliputi:I. Evaporasi
    Evaporasi merupakan proses penguapan sebagian air yang terdapat dalam susu untuk memperoleh susu pekat dengan kadar padatan sesuai dengan yang dikehendaki. Total solid bahan meningkat 10% (dari 40 menjadi 50 %) agar proses pengeringan selanjutnya lebih efisien. Campuran susu dari MST dievaporasi menggunakanSingle Effect Evaporator tipe falling film. Susu mengalir dari atas ke bawah pada bagian dalam tabung evaporator dan membentuk lapisan tipis yang mudah menguap oleh panas dari uap yang berada di sekeliling luar tabung. Evaporasi dilakukan dalam satu tahap yang terdiri dari tiga fase sehingga prosesnya lebih efisien.

    II. Concentrate Tank
    Alat berfungsi untuk menampung sementara konsentrat hasil evaporasi sebelum mengalami proses lebih lanjut.

    III. Spray Dryer
    Alat ini berfungsi mengeringkan susu kental yang telah dikabutkan sehingga menjadi susu bubuk yang kering dan halus.

  3. Dry Blending. Dry blending adalah proses pencampuran base powder yang dihasilkan spray dryer dengan raw material lainnya seperti whey powder, gula dan material premix. Vitamin yang ditambahkan adalah vitamin dan mineral yang tahan pemanasan. Material tersebut ditampung dalam hopper tersendiri. Sebelum dilakukan pencampuran di lindor blender material dilewatkan pada conveyor untuk ditimbang dahulu di weight hopper. Dari weight hopper, material akan tertahan di hopper lindor yang berfungsi untuk mengurangi tekanan yang besar dari aliran material. Dalam hopper lindor, terdapat hammer silicon yang dihubungkan dengan slang pneumatic untuk memperoleh hembusan udara dari luar. Hammer berfungsi untuk menggetarkan dinding hopper agar semua material dapat turun ke lindor blender untuk dicampur. Lindor blender memiliki kapasitas maksimal 4 ton, tetapi untuk mempermudah pencampuran digunakan 2 ton bahan. Pencampuran dilakukan selama 5 menit dengan frekuensi putaran 40 Hz. Sebelum diisikan ke dalam wooden bin, powder dari lindor diperiksa oleh QC.
  4. Proses pengisian di Wooden Bin untuk disimpan
    Setelah dinyatakan released, powder diisikan ke wooden bin melalui bin filling. Bin filling dilengkapi dengan metal detector sehingga ketika ada logam yang terdeteksi maka pengisian powder ke wooden bin terhenti secara otomatis. Wooden bin merupakan tempat penyimpanan sementara susu bubuk sebelum dikemas. Wooden bin memiliki kapasitas 700 kg.
  5. Proses Pengemasan

Bakteri Baik Dalam Susu Kambing Etawa

Bakteri Baik Dalam Susu Kambing Etawa

Selamat datang di Super-E, susu kambing etawa yang mengandung bakteri baik yang berguna bagi tubuh. Badan kita dengan cara alami membuahkan bakteri baik yang di juga dikenal sebagai probiotik, probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya. Bakteri ini bertanggung jawab untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat dan infeksi virus.

Terkandung di dalam susu kambing etawa senyawa probiotik, senyawa tersebut adalah sejenis bakteri baik yang membantu proses pencernaan agar berjalan lebih lancar dan mencegah dari infeksi virus dan bakteri yang masuk melalui sistem pencernaan. Dengan adanya probiotik yang melapisi usus, bakteri, virus, maupun jamur dan zat-zat berbahaya lainnya akan di-filter terlebih dahulu sebelum masuk dan diserap. Dengan sering mengkonsumsi susu kambing etawa akan memberikan perlindungan pada sistem pencernaan, termasuk usus dan lambung. Ketika bakteri terserap dalam sistem pencernaan, besar kemungkinan bahwa bakteri tersebut akan terhisap bersama nutrisi di dalam usus ketika pencernaan anda melakukan tugasnya.

Probiotik seringkali direkomendasikan oleh dokter dan lebih sering lagi, oleh ahli nutrisi, setelah pengkonsumsian antibiotik, atau sebagai bagian dari pengobatan candidiasis.

Demikianlah penjelasan mengenai Bakteri Baik Dalam Susu Kambing Etawa. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat yang baik bagi para pembaca yang budiman sekalian. Terimakasih

Sumber Susu Kambing Etawa Sehat

Sumber Susu Kambing Etawa Sehat

Selamat datang di Super-E. Kali ini kita akan membahas mengenai sumber susu kambing etawa sehat. Dari sumber itu lah kita telah mendapatkan manfaat yang sangat banyak sekali, kita patut bersyukur akan hal tersebut.

Susu kambing etawa diperah dari induk kambing etawa yang sehat, sehat dalam perawatannya, sehat pakannya, sehat susunya, sehat pengolahannya dan sehat pula konsumennya. Maka dari itu untuk mendapatkan hasil produksi susu kambing etawa yang kaya akan nutrisi dan gizi serta dapat memberikan manfaat dan khasiat bagi setiap orang yang mengkonsumsinya, kami telah menetapkan kriteria yang pas dalam segala aspek pengelolaan peternakan. Berikut rinciannya:

  1. Dikelola oleh tenaga ahli dalam bidang peternakan yang dibimbing oleh dinas peternakan setempat
  2. Dikelola di lahan perbukitan yang dekat dengan perkebunan dan sawah sehingga dapat merasakan udara segar
  3. Jauh dari pusat keramaian serta polusi udara
  4. Pakan rumput dari hasil menanam di lahan pribadi
  5. Pupuk tanaman menggunakan pupuk kandang dari feses ternak
  6. Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi ternak, disediakan kandang dengan bentuk panggung
  7. Sumber susu kambing etawa adalah dari induk kambing etawa sehat dengan pola makan teratur dan memiliki kandungan gizi yang baik
  8. Proses pemerahan susu dilakukan secara teratur untuk menghindari bakteri yang masuk ke dalam susu dan menjaga kehigienisannya
  9. Melalui proses alami (Non Pasteurisasi) susu murni dikemas sangat rapat dalam plastik khusus yang tidak bereaksi pada suhu 60 derajat
  10. Susu yang sudah di perah langsung diolah menjadi susu kambing etawa bubuk, diproses oleh ahli dengan teknologi canggih serta tetap menjaga kehigienisan dan tidak mengurangi kadar nutrisi dan gizi yang terkandung dalam susu kambing etawa
  11. Secara berkala, hasil produksi susu kambing etawa di lakukan uji fisik dan kandungannya
  12. Proses pakan, pola makan, kondisi kandang, pemerahan, pengemasan, tempat penyimpanan dan pengiriman yang tidak sempurna dapat menyebabkan perbedaan kualitas susu yang dihasilkan

Demikianlah rincian singkat proses pengolahan susu kambing etawa, dari sumber susu kambing etawa sehat hingga menghasilkan susu kambing etawa bubuk yang sehat pula. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta dapat memberikan manfaat yang baik bagi para pembaca yang budiman sekalian. Terimakasih